Eustreptospondylus – Dinosaurus Pemburu Mangsa Yang Lebih Besar
Dengan rahang yang besar, cakar yang tajam dan kaki yang berotot, dinosaurus ini adalah pemburu brutal yang cerdik, dapat memburu dan membunuh binatang yang jauh lebih besar dari dirinya. Setelah pengejaran yang cepat, Eustreptospondylus akan menyerang mangsanya dan melukainya sebesar luka gigitan. Para ilmuwan berpendapat bahwa mereka mungkin adalah pemburu tunggal. Walaupun yang masih muda baru sebesar singa, dapat juga menangkap pemakan tumbuhan yang kecil dan lambat dengan mudah.
Satu-satunya fosil kerangka yang telah ditemukan berada di endapan yang berada didasar laut jutaan tahun yang lalu. Para ilmuwan hanya dapat menduga bagaimana badan dari hewan darat ini dapat berada di lautan, dimana kemudian menjadi fosil.
Info Dino
Panjang : Mungkin 7 – 9 meter setelah dewasa penuh
Bobot : Hingga 500 kilogram
Makanan : Dinosaurus pemakan tumbuhan, hidup atau mati

Kerangka Eustreptospondylus ditemukan di terowongan tanah liat di sebelah utara Oxford, Inggris. Selama pertengahan zaman Jurassic, daerah Oxford berada dibawah laut. Pada saat itu, satu-satunya benua dunia, dikenal dengan Pangaea, mulai terpisah menjadi beberapa benua.
Fakta Lain
- Fosil Eustreptospondylus sepanjang 5 meter, namun tulang belakangnya terlihat belum tumbuh secara penuh, sehingga para ilmuwan menyimpulkan bahwa ia masih muda. Sehingga yang telah dewasa seharusnya lebih besar.
- Karena kerangka dari Eustreptospondylus ditemukan di tanah liat dari dasar laut purba, beberapa ahli berpendapat bahwa hewan ini hidup didekat pantai, menyambar pterosaurus (reptil terbang) di pantai dan menyelam ke perairan dangkal untuk menangkap ikan, kura-kura dan bahkan ikan hiu.
- Beberapa ilmuwan memperkirakan bahwa Eustreptospondylus memiliki kepandaian untuk berenang jarak pendek diantara pulau-pulau kecil untuk mencari makan, mengayuh dengan cepat kaki belakangnya dan mungkin juga menggunakan ekornya untuk keseimbangan dan arah.
Temukan pula cerita dinosaurus serta gambar dinosaurus lainnya
December 23, 2009 No Comments

